Suasana penuh kekhidmatan mewarnai kegiatan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh Garuda 08. Dalam kesempatan tersebut, penceramah Dr. Legisan S. Saftsmsir menyampaikan tausiah kebangsaan yang mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan tanggung jawab membangun negara dan memperkuat nasionalisme.
Di hadapan Ketua Umum Garuda 08, Syamsul Rizal Hasdy, serta sejumlah tokoh nasional yang hadir, Dr. Legisan menegaskan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara.
Dalam tausiah singkatnya, ia mengangkat pesan penting dari Surah Al-Balad, yang menurutnya mengandung konsep besar tentang bagaimana sebuah bangsa harus dibangun. Menurut Dr. Legisan, ayat tersebut menegaskan bahwa setiap manusia yang lahir di suatu negeri memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memajukan negaranya.
“Siapa pun yang lahir di negeri ini memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan dan menjayakan bangsanya. Kita tidak boleh hanya menjadi kerumunan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan panduan konkret dalam membangun peradaban, di antaranya dengan membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk penindasan, memastikan kesejahteraan rakyat, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap kelompok yang lemah.
Menurutnya, ajaran tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, termasuk dalam upaya menghadirkan kedaulatan pangan, mengentaskan kemiskinan, serta melindungi masyarakat marginal.
Dr. Legisan menambahkan bahwa konsep tersebut juga sejalan dengan pemikiran pembangunan yang sering disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Ia menilai, berbagai program pembangunan yang diarahkan pada kedaulatan pangan dan pemerataan kesejahteraan merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara yang hadir bagi rakyatnya.
Dalam penutup tausiah, Dr. Legisan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Garuda 08, untuk memperkuat keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Menurutnya, kedua nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang kuat, adil, dan sejahtera.
“Menjadi Muslim sejati berarti mencintai negeri ini. Ketakwaan kepada Allah harus berjalan seiring dengan komitmen untuk membangun bangsa dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi kebangsaan, di mana nilai-nilai spiritual dan nasionalisme dipadukan dalam semangat kebersamaan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.


